Mengatasi Penciuman Bau Hilang dan Penyebab

Hilang penciuman bau, apakah Covid-19?. Penyebab hilangnya penciuman bau pada seseorang yaitu... Cara mengatasinya yaitu...

 


Dimasa pandemi ini ramai perbincangan mengenai tidak bisanya seseorang mencium bau. Aosmia adalah keadaan seseorang dimana hilangnya penciuman bau. Daya penciuman yang berkurang atau bahkan hilang, pasti akan sangat menjengkelkan sekali. Apalagi kalau sampai ada kejadian masakan jadi gosong, pasti akan lebih menyebalkan. Namun, itu tidak seberapa, gimana kalau ada gas bocor tapi baunya tidak tercium sama sekali. 

Gangguan penciuman biasanya disebabkan oleh alergi atau pilek, ganguan penciuman ini akan menyebabkan berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan, depresi. Dimasa pandemi Covid-19 ini, gangguan penciuman juga masuk didalam gejala Covid-19. Tetapi tidak semua orang yang mengalami gangguan penciuman termasuk positif Covid-19. Berikut penyebab hilangnya penciuman bau pada seseorang :

Penyebab Gangguan Penciuman Bau

1. Covid-19

Para penderita Covid-19 memang sering dilaporkan memiliki riwayat tidak bisa mencium bau, tetapi yang perlu kalian ketahui bahwa tidak semua kondisi tidak bisa mencium bau adalah positif Covid-19. Kalaupun orang yang memiliki riwayat gangguan penciuman bau karena Covid-19, itu hanya bersifat sementara dan dalam beberapa hari akan kembali seperti semula.

2. Gangguan di Rongga Hidung

Gangguan ini biasanya karena ada lendir yang berada di sinus, sehingga sinus membengkak. Biasanya terjadi saat hidung tersumbat, flu, dan pilek. Gangguan penciuman ini hanya bersifat sementara, jadi kalian tidak perlu khawatir secara berlebihan. 

3. Gangguan Sistem Saraf

Menurut situs web kontan.co.id, hidung terhubung dengan baik ke otak, kehilangan penciuman bisa menjadi indikator awal bahwa sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi dengan sistem saraf Anda. 

4. Usia

Menurut American Academy of Otolaryngology – Head and Neck Surgery, kemampuan indera penciuman jadi sangat sensitif saat Anda berusia 30 dan 60 tahun. Jadi jika seseorang berada pada usia tersebut atau bahkan lebih dari usia itu, maka dapat dipastikan bahwa akan terjadi penurunan tingkat penciuman bau. 

5. Mengkomsumsi Obat

Obat-obatan biasanya memiliki efek samping, maka jika kalian mengalami gangguan penciuman bau kalian harus cek dulu obat apa saja yang kalian makan.

6. Terapi Radiasi

Terapi radiasi untuk kanker akan memiliki efek samping gangguan penciuman bau. Selagi perawatan masih terus berjalan makan penciuman akan kembali normal.

Cara Mengatasi Gangguan Penciuman Bau

1. Daun Mint

Daun mint mengandung mentol yang bisa digunakan untuk latihan mencium bau. Cara memakainya yaitu :

  • Seduhlah 10-15 lembar daun mint dalam satu gelas air
  • Saring dan tambahkan satu sendok madu
2. Jahe
Jahe mengandung gingerol, konstituen aktif jahe dapat membantu merangsang serta meningkatkam indera penciuman. Cara memakainya yaitu :
Ada dua pilihan yaitu
  • Diseduh 
  • Dimakan sedikit untuk merangsang penciuman
3. Lemon
Lemon memiliki kandungan vitamin C, antioksidan, dan zat antimikrobanya yang dapat merangsang penciuman. Cara pemakaiannya yaitu :
  • Peras lemon lalu beri segelas air
  • Campur dengan satu sendok madu
4. Bawang Putih
Bawang putih memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat dari asam ricinoleic yang mengurangi pembengkakan dab peradangan pada hidung. Cara menggunakannya yaitu :
  • Hancurkan 4-5 siung bawang putih
  • Didihkan dalam satu gelas air
  • Tambahkan garam
Metode Diagnosis Anosmia (Tidak Bisa Mencium Bau)
1. Tanya Jawab
Hal ini dilakukan pada pasien dan dokter, dokter akan menanyakan riwayat penyakit, gejala-gejalanya, dan obat-obatan yang dikonsumsinya.
2. Pemeriksaan Fisik
Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeteksi penyakit lain yang diderita.
3. CT scan dan MRI
Saat pemeriksaan fisik dan medis tidak terdeteksi suatu penyakit maka dokter akan melakukan cara lain yaitu CT scan dan MRI
4. Pemeriksaan laboratorium
Untuk mengevaluasi ada tidaknya gejala alergi, diabetez, dan infeksi.
5. Endoskopi Hidung
Endoskopi hidung digunakan untuk memeriksa bagian dalam hidung dan rongga sinus.