Cara Mengatasi Anemia Dengan Cepat
Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Anemia juga terjadi saat hemoglobin pada sel darah merah kurang memadai.
Orang dewasa dikatakan menderita anemia bila kadar hemoglobinnya di bawah 14 gram per desiliter untuk laki-laki, dan di bawah 12 gram per desiliter untuk wanita. Apabila kadar hemoglobin di bawah 8 gram per desiliter, anemia sudah tergolong berat dan disebut dengan anemia gravis.
Kadar hemoglobin normal tergantung pada usia, kondisi, dan jenis kelamin. Seseorang bisa dikatakan menderita anemia bila kadar hemoglobin berada di bawah angka berikut:
- Anak-anak: 11-13 gram per desiliter.
- Ibu hamil: 11 gram per desiliter.
- Laki-laki: 14-18 gram per desiliter.
- Perempuan: 12-16 gram per desiliter.
Berikut ini beberapa jenis anemia yang dapat terjadi.
Jenis-Jenis Anemia
- Anemia defisiensi B12.
- Anemia defisiensi folat.
- Anemia defisiensi besi.
- Anemia karena penyakit kronis.
- Anemia hemolitik.
- Anemia aplastik.
- Anemia megaloblastik.
- Anemia pernisiosa.
- Anemia sel sabit.
- Talasemia.
Ada banyak faktor yang mengakibatkan seseorang bisa mengalami anemia. Faktor utama yaitu kekurangan zat besi dan faktor genetik (keturunan). Anemia sebenarnya sangat mengganggu sekali, apalagi bagi orang yang harus bekerja dengan cepat dan berat. Adapun gejala-gejala anemia yang biasa terjadi yaitu
Gejala Anemia
- Cepat merasa lelah
- Pucat
- Sakit kepala
- Lemas
- Mudah marah
- Sulit berkonsentrasi
- Cepat mengantuk
- Nyeri dada
Mengatasi Anemia
1. Mengkonsumsi zat besi
Zat besi membantu produksi hemoglobin yang dibutuhkan sel darah merah. Zat brsi dapat diperoleh dari hewani dan nabati. Hewani berasal dari daging merah, ayam, hati sapi, ikan, tiram dll.
2. Mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin B12
Vitamin B12 bisa meningkatkan kekuatan sumsum tulang agar lebih banyak menghasilkan sel darah merah. Vitamin B12 bisa diperoleh dari susu, tempe, tahu
3. Mengkonsumsi vitamin C
Vitamin C membantu proses penyerapan zat besi dalam tubuh. Vitamin C bisa diperoleh dari jeruk, tomat, stoberi, paprika dll.
4. Mengkonsumsi makanan tinggi asam folat
Asam volat merupakan sebuah nutrisi yang bisa meningkatkan sel darah merah
Asam folat bisa diperoleh dari kacang polong, kacang hijau, hati, bayam, brokoli dll.
5. Mengkomsumsi makanan vitamin B6
Vitamin B6 juga merupakan nutrisi yang bisa meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh. Vitamin B6 bisa diperoleh dari nasi, gandum, sereal, dll.
6. Mengkonsumsi vitamin A
Kekurangan vitamin A akan menghambat penyerapan zat besi, maka sangat perlu sekali kita mengkonsumsi vitamin A. Vitamin A dapat diperoleh dari sayuran hijau
7. Mengkonsumsi Vitamin E
Vitamin E punya fungsi penting untuk melindungi membran sel darah merah dari kerusakan oksidatif (akibat radikal bebas). Vitamin E dapat diperoleh dari
Minyak nabati, seperti minyak gandum, minyak kacang, dan minyak zaitun, kacang-kacangan, biji-bijian, susu, sayuran seperti bayam dan paprika merah
8. Mengkonsumsi makanan kaya tembaga
Mineral tembaga berfungsi untuk untuk membantu tubuh meningkatkan produksi sel darah merah. Makanan kaya tembaga bisa diperoleh dari : kacang-kacangan, ayam, bebek, udan, kepiting, buah ceri dan cokelat
Pengobatan anemia lainnya
Beberapa pengobatan lainnya adalah:
- Transfusi darah.
- Pemberian obat yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh.
- Pemberian obat dengan tujuan untuk memperbanyak sel darah dalam tubuh, seperti suntikan eritropoietin.
Pantangan Bagi Penderita Anemia
- Makanan yang mengandung tanin
- Makanan yang mengandung gluten
- Makanan yang mengandung fitat
Kenapa Remaja Putri Sering Mengalami Anemia ???
- Remaja , tumbuh sangat cepat perlu asupan zat gizi lebih banyak
- Remaja sering mengalami kekurangan zat besi dan protein
- Remaja putri mengalami menstruasi, sehingga kehilangan banyak darah
- Remaja, sering melakukan diet tanpa memperhatikan asupan zat besi
Referensi
Fadly, Rizal. Anemia. halodoc.com
Joseph, Novita. Daftar Makanan Penambah Darah untuk Orang Anemia (Plus Pantangannya). hellosehat.com
Willy, Tjin. Anemia. Alodocter.com
